GOLDENKEPRI.COM | Batam - Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepri, Guntur Sahat Hamonangan, menyiapkan program pengawasan maritim Kepri untuk memperkuat pengawasan keimigrasian di wilayah perairan. Program tersebut dinilai penting mengingat karakteristik Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara.
Dalam pemaparan programnya di "Telaah Staff" saat silaturahmi media ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri biasa disapa awak media bang Guntur menyoroti posisi strategis Indonesia. Sebanyak 65% wilayah Indonesia berupa lautan dengan luas perairan mencapai ± 5,8 juta km² Indonesia juga berbatasan langsung dengan banyak negara, sehingga jalur laut menjadi pintu masuk strategis bagi keluar-masuk orang maupun barang.
Kepri merupakan salah satu wilayah dengan mobilitas internasional yang tinggi. Batam, Karimun, Bintan, dan sejumlah wilayah perbatasan menjadi pintu keluar-masuk orang melalui pelabuhan dan jalur laut. Oleh karena itu, program ini mendorong penguatan sistem pengawasan terhadap lalu lintas orang melalui jalur laut. Pengawasan tidak hanya dilakukan di tempat pemeriksaan imigrasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pemantauan terhadap aktivitas perlintasan di wilayah perairan. Penguatan konsep Imigrasi Maritim turut menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi pelanggaran keimigrasian, termasuk perlintasan orang secara ilegal, penyalahgunaan dokumen perjalanan, maupun aktivitas orang asing yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Guntur menilai pengawasan maritim membutuhkan koordinasi lintas instansi. Sinergi dengan TNI AL, Polri, Bakamla, Bea Cukai, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya diperlukan agar pengawasan wilayah perairan dapat berjalan lebih efektif.
“Pengawasan keimigrasian di Kepri harus menyesuaikan karakter wilayah yang merupakan kawasan kepulauan dan perbatasan,” demikian arah kebijakan yang didorong dalam penguatan Imigrasi Maritim Kepri.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengawasan, tetapi juga memberikan pelayanan keimigrasian yang semakin cepat, modern, dan terintegrasi.
Dengan penguatan pengawasan berbasis maritim, Ditjen Imigrasi Kepri diharapkan mampu menjaga pintu masuk negara sekaligus mendukung keamanan dan kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia.
(Pa Yong)

